24.4.17

Dua persyaratan utama ibadah

Ibadah yang kita lakukan tidaklah cukup dengan bermodal semangat belaka ataukah dibangun dengan sangkaan baik kita.

Diterimanya ibadah seorang hamba di sisi Allah Tabaraka Wa Ta'ala ketika telah memenuhi dua persyaratan utama :

1. Ikhlas semata-mata karena Allah Ta'ala bukan karena riya atau ingin mendapatkan sanjungan manusia.

2. Sesuai dengan sunnah dan amalan yang di contohkan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam.

Bagaimanapun sangkaan baik kita terhadap amalan yang kita lakukan,akan tetapi tatkala amalan tersebut tidak sesuai dengan tuntunan dan contoh dari nabi_Shalallahu 'alaihi wa sallam, bukannya pahala yang diraih melainkan adzab yang akan dipetik.

Simak kisah indah dari Al-Imam Sa'id ibnul musayyab rahimahullah,
berikut ini :

Berkata Asy-Syaikh Al-Albaniy Rahimahullah :

 روى البيهقي بسند صحيح،
عن سعيد بن المسيب رحمه الله

 أنه رأى رجلا يصلي بعد طلوع الفجر أكثر من ركعتين،
يكثر فيها الركوع والسجود فنهاه،،،

فقال : يا أبا محمد !
أيعذبني الله على الصلاة ؟!!!

قال : لا، ولكن يعذبك على خلاف السنة.


وهذا من بدائع أجوبة سعيد بن المسيب رحمه الله تعالى
وهو سلاح قوي على المبتدعة الذين يستحسنون كثيرا من البدع باسم أنها ذكر وصلاة ثم ينكرون على أهل السنة إنكار ذلك عليهم،

ويتهمونهم بأنهم ينكرون الذكر والصلاة !!! وهم في الحقيقة إنما ينكرون خلافهم للسنة في الذكر والصلاة ونحو ذلك .

Al-Imam Al-Baihaqi telah meriwayatkan dengan sanad yang shohih sebuah atsar dari Sa'id Ibnul Musayyab Rahimahullah,

Suatu ketika Sa'id Ibnul Musayyab melihat seorang lelaki yang melakukan sholat sunnah setelah terbitnya fajar subuh lebih dari dua raka'at.

Melihat kejadian ini Sa'id Ibnul Musayyab pun melarang lelaki tersebut.

Berkata sang lelaki :
Wahai abu muhammad !!!
Apakah Allah akan mengadzabku disebabkan sholat yang aku kerjakan ???,

Maka abu muhammad sa'id ibnul musayyab pun menjawab :
Tidak,
Akan tetapi Allah Ta'ala mengadzabmu disebabkan engkau menyelisihi sunnah.


Dan ucapan ini merupakan jawaban indah dari Sa'id ibnul Musayyab Rahimahullah Ta'ala

Yang juga merupakan senjata yang ampuh untuk membungkam orang-orang yang mengamalkan ibadah yang tidak ada tuntunannya, yang menganggap baik kebanyakan amalan tersebut, yang mereka lakukan dengan berkedok " melakukan dzikir atau sholat "
kemudian mereka pun menyanggah ahlus sunnah yang selalu mengingkari perbuatan mereka.

Mereka pun tidak segan-segan menuduh ahlus sunnah yang senantiasa mengingkari amalan dzikir dan sholat yang mereka perbuat !!!

Dalam kenyataannya,
Tidaklah ahlus sunnah mengingkari amalan yang mereka lakukan melainkan disebabkan penyelisihan mereka terhadap sunnah yang dikemas dalam bentuk dzikir, sholat dan bentuk amalan lainnya.

📚Lihat : Irwau Al-Gholil : 2/236.

Wallahu a'lam.

Banda Aceh

✏ Al-Ustâdz Abu 'abdillah Sahal.
Radio Syiar Tauhid Aceh

Tiada ulasan:

My Headlines